Pengembangan Desa Wisata Jangan Asal – Asalan

NGEPIT
Pengembangan desa wisata sebaiknya sesuai konsepnya. Jangan asal-asalan. Desa yang hanya memiliki wahana dan taman rekreasi tidak dapat begitu saja disebut desa wisata, jika tanpa adanya dinamika sosial budaya yang hidup setiap hari. Selengkapnya dapat dilihat di:
http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/35957/Pengembangan-Desa-Wisata-Jangan-Asal-asalan

 

Iklan

Membangun Pariwisata Mulai dari Desa

image_10
Desa wisata Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah telah berkembang pesat sesuai dengan konsep desa wisata. Berbasis agrowisata stroberi dan dikelola BUMDes. Masyarakat dilibatkan dalam kepemilikan desa wisata. Lebih lengkap baca di:

https://jateng.antaranews.com/berita/189914/membangun-pariwisata-mulai-dari-desa

Desa Wisata Di Baturraden

SAWAH
Desa Ketenger berada di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Potensi alam dan sosial budaya yang dimiliki Ketenger layak dijadikan sebagai Desa Wisata. Bagaimana dan seperti apa potensi Ketenger tersebut? simak di:

https://fpar.unud.ac.id/img/uploads/2014/03/Jurnal-Analisis-Pariwisata-Vol.-10-No.-1-2010.pdf

Desa Wisata Perlu Digarap Serius

JOGLO

Konsep desa wisata harus digarap serius dengan menyajikan atraksi seni budaya dan kuliner yang khas. Konsep desa wisata harus digarap serius guna mendukung tren pariwisata pada tahun 2018

Pasalnya, ada tren wisatawan menginap dan membaur di tengah masyarakat dengan menyewa “homestay”.Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memggandeng pengelola homestay di desa wisata dan pengelola pariwisata berbasis masyarakat lokal guna mengoptimalkan konsep desa wisata.

simak selengkapnya di:

https://jateng.antaranews.com/berita/187725/pengamat-konsep-desa-wisata-harus-digarap-serius