Wabah Virus Corona Jadi Momentum Indonesia Evaluasi Pasar Wisata

20191003_110756

Wabah virus corona yang melanda China dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mengevaluasi pasar wisata yang selama ini mengandalkan wisatawan mancanegara (wisman) dari China sebagai penyumbang devisa negara. Jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi yang cepat dan progresif maka target kunjungan 18 juta wisatawan mancanegara sulit tercapai di tahun 2020 ini.

dampak kejadian tersebut memang signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, terutama saat beberapa waktu lalu pemerintah mengeluarkan larangan resmi pada wisman asal China untuk berkunjung ke Indonesia. Meski begitu, larangan berkunjung bagi wisatawan China perlu disikapi secara optimis bahwa pariwisata Tanah Air tetap bisa berkembang dengan baik dengan catatan pemerintah perlu mengubah strategi dan orientasi pariwisatanya.

Meskipun wisatawan asal China jumlahnya banyak, namun pengeluaran selama berkunjung ke Indonesia rendah. Pemerintah perlu melakukan strategi promosi yang gencar ke beberapa negara yang selama ini pengeluaran wisatawan ketika berkunjung ke Indonesia tinggi. Selama ini, wisatawan asal Eropa, khususnya Inggris, merupakan wisatawan mancanegara dengan pengeluaran tinggi. Begitu juga wisatawan asal Amerika Serikat dan Australia yang spending atau pengeluarannya tinggi.

Selengkapnya silakan baca di: https://www.validnews.id/Wabah-Virus-Corona-Jadi-Momentum-Indonesia-Evaluasi-Pasar-Wisata-txy

Gencarkan strategi promosi pariwisata ke mancanegara

20190927_091637

Pemerintah perlu terus menggencarkan strategi promosi pariwisata kepada calon turis mancanegara guna meningkatkan angka kunjungan ke Tanah Air. Pemerintah perlu terus melakukan strategi promosi yang gencar ke beberapa negara misalkan Eropa, Amerika Serikat maupun Australia guna makin meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Dengan promosi yang gencar, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing akan terus meningkat. Terlebih lagi wisatawan dari beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara lainnya dikenal dengan pengeluaran tinggi sehingga merupakan pasar wisata yang potensial.

Kendati demikian, kata Chusmeru, perlu diperhatikan bahwa promosi wisata yang gencar harus dibarengi dengan penciptaan destinasi-destinasi dan atraksi wisata baru yang disesuaikan dengan karakteristik wisatawan dari negara tersebut. Upaya lain untuk terus menggairahkan sektor pariwisata dan makin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan adalah dengan menciptakan destinasi wisata baru dan atraksi wisata yang sesuai dengan karakteristik wisatawan.

Selengkapnya silakan baca di: https://jateng.antaranews.com/berita/288975/pemerintah-diminta-gencarkan-strategi-promosi-pariwisata-ke-mancanegara

 

Pemandu Wisata Dituntut Lebih Profesional

desa-wisata-750x536

(Foto: SM/ Nugroho Pandhu Sukmono-60)

Rencana Pemkab Banyumas untuk menerapkan aturan pendampingan pemandu wisata lokal bagi wisatawan rombongan patut diapresiasi. Namun ada beberapa hal yang patut dicermati dalam pelaksanaannya nanti. Paling tidak, rencana tersebut menggambarkan pembenahan sistem kepariwisataan di Banyumas, peningkatan kualitas pelayanan, serta pemberdayaan dan peningkatan profesionalisme pemandu wisata lokal. Diharapkan, wisatawan dapat memperoleh informasi yang lengkap dan benar terkait objek dan daya tarik wisata yang ada di Banyumas, mulai dari objek wisata, seni budaya, kuliner, kerajinan, industri kecil, organisasi kemasyarakatan, dan sebagainya.
Di awal penerapan aturan tersebut kemungkinan bisa terjadi permasalahan, baik yang bersifat teknis kepemanduan, persaingan tarif antarbiro perjalanan wisata, maupun tuntutan akan paket wisata yang memenuhi selera wisatawan. Banyumas memang beda dengan Bali yang sangat beragam tawaran paket wisatanya. Sehingga tidak cukup hanya sehari mengunjungi Bali dan begitu banyak cinderamata yang bisa dibawa wisatawan setelah mengunjungi Bali.
Pendampingan pemandu lokal bagi wisatawan yang mengunjungi Banyumas akan berimplikasi pada beberapa hal:
Pertama, tambahan pendampingan pemandu wisata lokal akan menambah komponen harga paket wisata, yang tentu saja akan menjadi pemikiran bagi biro perjalanan wisata.
Kedua, perlu dipikirkan paket wisata yang memungkinkan wisatawan menikmati objek dan daya tarik wisata secara lengkap dari pagi hingga malam. Bahkan paket wisata yang bisa dinikmati wisatawan selama dua hari untuk meningkatkan lama kunjungan. Selain objek wisata, pemkab perlu menambah atraksi seni budaya yang dapat dinikmati wisatawan. Banyumas memerlukan beberapa titik pusat pagelaran seni budaya. Dengan demikian, pemandu wisata lokal bukan hanya duduk mendampingi tour leader di atas bus, tetapi juga menarasikan objek dan daya tarik wisata Banyumas.
Ketiga, kesiapan sumber daya manusia pemandu wisata lokal dalam penerapan aturan tersebut. Mau tidak mau, pemandu wisata haruslah profesional, dalam artian jelas dan kuat organisasinya serta memiliki anggota yang terlatih dan berlisensi. Jangan sampai muncul pemandu wisata ilegal yang justru akan merusak citra pariwisata Banyumas.
Keempat, perlu kesepakatan dan kesepahaman antara biro perjalanan wisata, tour leader, dan pemandu wisata terkait pusat kuliner dan cindera mata yang akan dikunjungi. Hal ini penting agar tidak terjadi konflik kepentingan yang berkaitan dengan kualitas produk maupun komisi yang diterima.
Yang pasti, sebelum aturan tersebut diterapkan, Pemkab perlu memiliki data berapa jumlah wisatawan yang datang ke Banyumas dengan menggunakan biro perjalanan. Hal itu penting, agar jangan sampai aturan pendampingan pemandu wisata lokal diterapkan, namun ternyata jumlah wisatawan dengan jasa biro perjalanan wisata rendah, sehingga pemandu wisata hanya menunggu sesuatu yang tak pasti.
Jika aturan tsb sudah berjalan, perlu secara rutin dilakukan monitoring terhadap pemandu wisata untuk memastikan, bahwa pemandu wisata yang mendampingi rombongan adalah benar-benar anggota HPI Banyumas, bukan pemandu liar.

Silakan baca juga di: https://suarabanyumas.com/pemandu-wisata-dituntut-lebih-professional/

Kemenparekraf Diimbau Menjaring Wisman Selain Dari China

20191003_085950

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harus melakukan terobosan dengan menjaring pasar wisatawan mancanegara dari negara lain, selain China. Mengingat virus corona yang sedang mewabah, target 18 juta wisman tahun ini sulit tercapai jika hanya mengandalkan kedatangan dari turis asal China.
Harus dilakukan terobosan dengan menjaring pasar wisata negara lain yang selama ini belum digarap secara serius.
Negara-negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Timor Leste, sangat berpotensi untuk mendongkrak angka wisman di Indonesia. Untuk pasar Asia,  Jepang dan Korea Selatan berpotensi untuk ditingkatkan jumlah kunjungannya. Selengkapnya silakan simak di:

https://www.validnews.id/Kemenparekraf-Diimbau-Menjaring-Wisman-Selain-Dari-China-CDF

Even Wisata Perlu Pertimbangkan Target Wisatawan

20190111_081627-1

Even yang termasuk dalam Kalender Wisata Banyumas dianggap perlu mempertimbangkan target pengunjung atau wisatawan. Sebab, hal ini berkaitan dengan promosi dan pemasaran pariwisata.
Proses penyusunan kalender wisata Banyumas 2020 dapat disusun dalam dua kategori, yaitu main event (even utama) dan supporting event (even pendukung). Even utama adalah acara yang ditargetkan untuk meningkatkan angka kunjungan dan lama tinggal wisatawan. Prinsipnya, memang dijual di pasar wisata. Oleh sebab itu, peran biro perjalanan sangatlah penting untuk menilai apakah satu even punya nilai jual kepada wisatawan. Selengkapnya silakan simak di:

https://suarabanyumas.com/even-wisata-perlu-pertimbangkan-target-wisatawan/

 

2020, Kunjungan Wisatawan Diprediksi Meningkat

wisata-banyumas-720x431

(Foto: SM / Nugroho Pandhu Sukmono-52)

Angka kunjungan wisatawan ke Banyumas tahun 2020 diprediksi bakal mengalami kenaikan. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi pelaku wisata di wilayah Banyumas.
Kenaikan tersebut berlaku untuk objek wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta. Sejumlah faktor dinilai turut menunjang peningkatan kunjungan. Saat ini aksesibilitas menuju objek wisata di Banyumas relatif baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Baik wisatawan yang menggunakan moda transportasi kendaraan pribadi, bus, maupun kereta api. Khusus moda transportasi kereta api, semua kelas, baik ekonomi, bisnis, maupun eksekutif berhenti di stasiun Purwikerto, dari arah Jakarta maupun Surabaya. Simak selengkapnya di:

https://suarabanyumas.com/2020-kunjungan-wisatawan-diprediksi-meningkat/

 

2020 Momentum Meningkatkan SDM Pariwisata

233571D2-7DA6-44C1-B023-AC9FFFB47DFC

Tahun 2020 merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan bandar udara telah mempermudah aksesibilitas wisatawan ke destinasi wisata. Saatnya tahun 2020 ini meningkatkan SDM sektor pariwisata. Setelah sukses membangun infrastruktur penunjang pariwisata di tahun 2019, pemerintah diharapkan fokus pada pembenahan sumber daya manusia. Selengkapnya silakan baca di:

https://jateng.antaranews.com/berita/283828/pengamat-unsoed-2020-momentum-tingkatkan-sdm-pariwisata