Kesenian Ebeg Anak-anak

EBEGanak
Ebeg adalah kesenian khas di eks karesidenan Banyumas. Di beberapa daerah kesenian ini disebut kuda lumping, jathilan, dsb. Fenomena menarik diperoleh, ebeg yang biasanya dimainkan oleh remaja atau orang dewasa ternyata juga digemari oleh anak-anak di Kabupaten Banyumas. Apa dampak positif dan negatifnya? Simak di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/66

Iklan

Sinden Lanang di Banyumas

NDALANG1
Tradisi ritual tutupan sadran adalah tradisi yang dilakukan setiap malam 25 atau 27 sebelum bulan ramadhan tiba. Tradisi tersebut berada di Dusun Kalitanjung Desa Tambak Negara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Tujuan tradisi tersebut adalah untuk menutup bulan sadran dan menjemput datangnya bulan ramadhan serta ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mewajibkan pesinden lanang (laki-laki) di dalamnya.
simak selengkapnya di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/78

 

Penggunaan bahasa Banyumasan dalam keluarga

BANYUMAS
Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang digunakan dalam keseharian kehidupan orang Jawa yang mempunyai nilai budaya yang menjadi ciri khasnya yaitu memiliki nilai sosial berupa sopan-santun. Dalam bahasa Jawa pun terkandung unsur nilai sastra Jawa yang menjadi aset kekayaan bangsa Indonesia, seperti kata, ungkapan, dan peribahasa. Namun pada saat ini bahasa Jawa, khususnya Jawa Banyumasan yang menjadi bahasa ibu warga Banyumas sudah mengalami pergeseran, ditandai dengan semakin banyaknya anak-anak dan remaja yang kurang menguasai bahasa Jawa Banyumasan dan memilih berbahasa Indonesia.
lebih lengkap silakan baca di:
http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/81

Kesenian Tradisional Begalan Banyumas

BEGALAN
Begalan merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kesenian itu biasanya dipentaskan dalam rangkaian acara hajatan pernikahan adat Banyumasan. Seiring perkembangan jaman, banyak terjadi perubahan dan komodifikasi pada komponen komunikasi kesenian begalan tersebut.

monggo selanjutnya ada di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/70

Komunikasi Transendental Banyumas

MBAHCHUS

Komunikasi transendental yang terjadi dalam kesenian tradisional Banyumas tetap harus ditempatkan dalam kerangka kultural, dan tidak dipertentangkan dengan agama. Meskipun dalam praktik berkesenian kadang dilakukan prosesi dan tindakan yang biasanya berada dalam ranah agama. Untuk bisa memiliki indang, misalnya, seorang pemain ebeg harus menjalani laku tirakat berupa puasa Senin – Kamis, atau puasa setiap menjelang malam Jumat Kliwon. Padahal puasa adalah terminologi yang ada dalam ranah agama.

monggo disimak di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/61

Pemberdayaan Koperasi Pesantren

PESANTREN
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai pendidikan sosial dan  ekonomi santri. Penelitian menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA), pengumpulan data melalui,  wawancara, pengamatan langsung, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi. Pemilihan informan secara purposive sampling yaitu ketua, pengurus dan anggota Kopontren.  Bagaimana hasil penelitian? selengkapnya lihat di:

https://journal.uny.ac.id/index.php/jppm/article/view/11303

Desa Wisata Perlu Digarap Serius

JOGLO

Konsep desa wisata harus digarap serius dengan menyajikan atraksi seni budaya dan kuliner yang khas. Konsep desa wisata harus digarap serius guna mendukung tren pariwisata pada tahun 2018

Pasalnya, ada tren wisatawan menginap dan membaur di tengah masyarakat dengan menyewa “homestay”.Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memggandeng pengelola homestay di desa wisata dan pengelola pariwisata berbasis masyarakat lokal guna mengoptimalkan konsep desa wisata.

simak selengkapnya di:

https://jateng.antaranews.com/berita/187725/pengamat-konsep-desa-wisata-harus-digarap-serius