Adaptasi Lintasbudaya Mahasiswa

MHS KOMTRAD
Ketika berada di daerah atau negara lain, orang acapkali mengalami kendala berkomunikasi. Hal itu disebabkan karena perbedaan latar belakang budaya. Bagaimana mahasiswa mengatasi kendala komunikasi lintasbudaya tersebut. Silakan baca di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/114

Iklan

Potensi Wisata Kuliner Banyumas

GETUKgoreng
Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah memiliki banyak potensi keindahan alam seperti Baturraden, Curug Gede, dan sebagainya. Kesenian tradisional lengger, sintren dan ebeg juga menjadi ciri khas Banyumas. Selain itu, Banyumas juga memiliki potensi kuliner, seperti gethuk goreng, mendoan, dan soto sokaraja. Selengkapnya di:

https://fpar.unud.ac.id/img/uploads/2014/03/Analisis-Pariwisata-Vol-9-No-1-2009.pdf

Desa Wisata Di Baturraden

SAWAH
Desa Ketenger berada di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Potensi alam dan sosial budaya yang dimiliki Ketenger layak dijadikan sebagai Desa Wisata. Bagaimana dan seperti apa potensi Ketenger tersebut? simak di:

https://fpar.unud.ac.id/img/uploads/2014/03/Jurnal-Analisis-Pariwisata-Vol.-10-No.-1-2010.pdf

Calon kepala daerah perlu kembangkan pariwisata

SOLO

Calon kepala daerah perlu berkomitmen untuk pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya masing-masing. Calon kepala daerah baru hendaknya memiliki visi misi tentang pengembangan pariwisata di daerahnya.Kendati demikian, visi misi bidang pariwisata itu harus realistis dan terukur capaiannya.

Baca selengkapnya di:

https://jateng.antaranews.com/berita/189779/calon-kepala-daerah-perlu-kembangkan-pariwisata

Kesenian Ebeg Anak-anak

EBEGanak
Ebeg adalah kesenian khas di eks karesidenan Banyumas. Di beberapa daerah kesenian ini disebut kuda lumping, jathilan, dsb. Fenomena menarik diperoleh, ebeg yang biasanya dimainkan oleh remaja atau orang dewasa ternyata juga digemari oleh anak-anak di Kabupaten Banyumas. Apa dampak positif dan negatifnya? Simak di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/66

Sinden Lanang di Banyumas

NDALANG1
Tradisi ritual tutupan sadran adalah tradisi yang dilakukan setiap malam 25 atau 27 sebelum bulan ramadhan tiba. Tradisi tersebut berada di Dusun Kalitanjung Desa Tambak Negara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Tujuan tradisi tersebut adalah untuk menutup bulan sadran dan menjemput datangnya bulan ramadhan serta ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mewajibkan pesinden lanang (laki-laki) di dalamnya.
simak selengkapnya di:

http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/78

 

Penggunaan bahasa Banyumasan dalam keluarga

BANYUMAS
Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang digunakan dalam keseharian kehidupan orang Jawa yang mempunyai nilai budaya yang menjadi ciri khasnya yaitu memiliki nilai sosial berupa sopan-santun. Dalam bahasa Jawa pun terkandung unsur nilai sastra Jawa yang menjadi aset kekayaan bangsa Indonesia, seperti kata, ungkapan, dan peribahasa. Namun pada saat ini bahasa Jawa, khususnya Jawa Banyumasan yang menjadi bahasa ibu warga Banyumas sudah mengalami pergeseran, ditandai dengan semakin banyaknya anak-anak dan remaja yang kurang menguasai bahasa Jawa Banyumasan dan memilih berbahasa Indonesia.
lebih lengkap silakan baca di:
http://komunikasi.fisip.unsoed.ac.id/node/81